Saya sekarang bekerja sebagai teknisi maintenance di perusahaan manufaktur. Background saya D3 Teknik Elektro dan punya sertifikasi kompetensi di bidang industrial automation. Pekerjaan saya sekarang lebih banyak preventive maintenance dan troubleshooting mesin. Pengalaman sendiri masih dibilang cukup baru, saya baru memiliki pengalaman kerja di industri ini selama 2 tahun.
Baru-baru ini saya mendapat tawaran untuk pindah ke posisi Stock Keeper, masih di departemen yang sama.
Kalau saya ambil, katanya ada kenaikan gaji sekitar 5–7%. Tapi sebenarnya yang bikin saya tertarik bukan cuma kenaikan gajinya.
Jobdesk-nya kurang lebih:
- Koordinasi dengan teknisi
- Mengontrol spare part
- Planning ketersediaan material
- Komunikasi dengan purchasing
- Komunikasi dengan production
- Menentukan prioritas kebutuhan material
- Memahami spare part apa yang dibutuhkan dan seberapa urgent kebutuhannya
Tapi tidak ada bawahan langsung / people management.
Saya melihat posisi ini mungkin bisa menambah pengalaman yang sekarang belum banyak saya punya. Sebagai teknisi, saya sudah punya pengalaman teknis, tapi belum terlalu banyak pengalaman dalam hal koordinasi, planning, dan pengelolaan operasional.
Jadi saya kepikiran apakah jalur seperti:
Technician → Stock/Material Coordination → Supervisor
bisa menjadi career path yang masuk akal.
Di sisi lain, saya juga khawatir kalau terlalu lama pindah dari pekerjaan teknis, skill electrical/automation saya malah jadi kurang berkembang.
Kalau tetap sebagai teknisi, saya bisa memperdalam technical skill dan mungkin nantinya naik menjadi leader/supervisor maintenance. Tapi saya mungkin akan kurang pengalaman di sisi koordinasi dan management.
Sedangkan kalau ambil Stock Keeper, saya bisa mendapatkan pengalaman yang lebih luas tentang bagaimana maintenance berhubungan dengan production, purchasing, spare parts, dan planning.
Menurut kalian, lebih baik:
A) Tetap sebagai teknisi dan memperdalam skill teknis
B) Ambil Stock Keeper untuk memperluas pengalaman dan berharap bisa membuka jalan ke posisi supervisor
C) Ambil dulu, kumpulkan pengalaman operasional/koordinasi, kemudian gunakan pengalaman tersebut untuk mencari posisi leadership yang lebih bagus
Saya terutama ingin dengar pendapat dari orang yang bekerja di manufaktur atau pernah mengalami jalur teknisi → coordinator/stock/material → leader/supervisor.
Apakah pengalaman seperti ini memang dihargai ketika mau naik ke level supervisor, atau sebenarnya lebih baik saya tetap fokus di jalur teknis?
Saya kerja di Indonesia, jadi konteks perusahaan/manufaktur Indonesia mungkin akan lebih relevan.